abrakabra.. puah!puah! wushhh...~ yak,dimulai!
Suatu hari, Diandra menemukan anak kucing (diandra ato emily gitu-_-) dan dinamakan cemeng. sebenernya itu kucing lahir di sekolah. Dan emaknya juga sering keliatan kok. Tapi tetep aja-_- nganggepnya kucing ilang,nyasar,kagak punya emak. Kucing itu disembunyikan di kardus kosong. Lalu di letakan di dalem loker rusak 7B. Tapi karna ada kabar ada anak 7C yang mau merawatnya, akhirnya di taruhlah dia di kelas 7C. Tentu saja pas pelajaran itu kucing dijenguk mulu.. abis itu di pegang2.. abis dipegang2 di pangku. Sampai suatu hari pelajarannya pak Dian. Gue bilang gini ke anak anak: "eh, ntar kalo di ngeong2 gimana? bisa ketahuan " seseorang: " bilang aja itu suaranya si aldrian..." gue: "hohhh.. iyak,iyak". Akhirnya pelajaran Pak Dian dimulai dan beberapa menit kemudian kucing itu bersuara. Si cemeng: " meng.. meong" Pak dian: " apaan tuh?" Semua anak: "Aldrian pak.. Aldrian! Aldrian: [kaget] *lip sing, mulutnya ngeong2*. gua ngakak! hiyaolohh.. bego banget ituu. akhirnya Pak dian tahu yang sebenarnya. terus beberapa minggu kemudian si Cemeng mati, tenggelem di kolam rumahnya Diandra. dan banyak yang sedih atas kematiannya. yaa.. selamat tinggal cemeng.. kau sealu dihatii~
Welcome
Welcome
Jumat, 30 Desember 2011
Kisah sekolah
Mau tau?? ok, bakal gue kasih tau. *apa cobague?-_-
Suatu hari di SMP labschool cibubur, ada seorang siswa bernama Aisyah (yeah, is that me!~) di sekolahnya dia sering dipanggil dengan sebutan Esah. Sebetulnya, nama panggilan itu berasal dari teman sekelasnya yang bernama Diandra. Diandra adalah penulis, sifatnya yang lucu membuat semua orang disekelilingnya cinta padanya. Diandra adalah anak yang unik, asik, lucu, cerdas, dan rendah hati. Diandra bukanlah teman Aisyah sejak SD, mereka baru berkenalan saat pertama kali kelas dimulai. Aisyah berasal dari sekolah SDI PB Soedirman dia punya beberapa teman yang bersekolah di satu tempat yang sama dengannya yaitu Irsyad, Azkia, dan Miranda. Mereka semua bukanlah teman sekelas Aisyah sewaktu SD, mereka hanyalah teman antar kelas. Tetapi mereka tahu betul aiyah itu orang seperti apa, walaupun bukan sampai ke dalam2nya. Aisyah adalah anak yang cukup dikenal di SDnya dulu. Aisyah adalah sosok yang periang, percaya diri, dan cukup sopan. Tetapi, saat dia kelas 5SD dia mengecewakan Tim Qasidahnya. Walaupun begitu, bagaimana pun juga.. itu adalah pertama kalinya Aisyah bernyanyi untuk lomba sekecamatan.. para guru juga memakluminya. Karena mereka adalah Tim Qasidah yang pertama. Dan mereka tahu, ini pelajaran bagi Aisyah dan kawan2nya untuk berlatih sungguh-sungguh dan mencoba lagi suatu saat nanti. Walaupun begitu, teman-teman Aisyah tidak marah pada Aisyah. Ok, kembali ke topik pembicaraan. Sedangkan Diandra, adalah anak dari SD Islam Al-Azhar Cibubur. Dia mempunya banyak teman seangkatannya yang bersekolah di Labschool. Salah satunya adalah Rinda dan Sania. Keduanya juga mengenali Aisyah dengan baik. Rinda dan sania adalah sahabat Diandra sejak di Taman Kanak-Kanak. Oh iya, di Taman Kanak-Kanak itu juga ada seorang anak laki-laki yang pendiam dan hampir sangat pendiam. Anak itu bernama Dhandi. Anak itu tumbuh besar dan sekarang dia tidak lagi menjadi anak yang pendiam. Dia sekarang menjadi Ketua MPK sekolah kami. Dia cukup hebat, asik, lucu, dan populer. Rinda dan sania dimata Aisyah sangatlah baik.
Diandra, Rinda, dan Dhandi adalah teman sekelas Aisyah. Sania adalah anak sebelah kelas mereka. Aisyah belajar di kelas 7C bersama Diandra ada kawan-kawan. Di kelas itu juga ada anak yang bernama Shafira dia adalah anak yang cantik, pintar, asik, dan sangat di kenal. Hari-hari di kelas itu sangatlah menyenangkan. Banyak kejadian-kejadian menarik di tempat itu. hm.. Oh iya, sekolah mereka adalah sekolah baru. Jadi, mereka adalah Siswa dan Siswi angkatan pertama di sana. Wali kelas Aisyah adalah Mrs.Reni dia adalah guru bahasa inggris. Mrs. Reni adalah guru yang tegas, asik, dan dicintai oleh murid-muridnya. Di kelas sebelah ada Sania, Sania belajar di kelas 7D. Wali kelas Sania adalah Pak Rahman. Pak Rahman adalah seorang guru kimia yang sangat baik. Diandra,Rinda,Shafira merupakan teman terdekat Aisyah di sekolahnya. *okkk... sampe sini dulu yak.. hihahaha~*
Suatu hari di SMP labschool cibubur, ada seorang siswa bernama Aisyah (yeah, is that me!~) di sekolahnya dia sering dipanggil dengan sebutan Esah. Sebetulnya, nama panggilan itu berasal dari teman sekelasnya yang bernama Diandra. Diandra adalah penulis, sifatnya yang lucu membuat semua orang disekelilingnya cinta padanya. Diandra adalah anak yang unik, asik, lucu, cerdas, dan rendah hati. Diandra bukanlah teman Aisyah sejak SD, mereka baru berkenalan saat pertama kali kelas dimulai. Aisyah berasal dari sekolah SDI PB Soedirman dia punya beberapa teman yang bersekolah di satu tempat yang sama dengannya yaitu Irsyad, Azkia, dan Miranda. Mereka semua bukanlah teman sekelas Aisyah sewaktu SD, mereka hanyalah teman antar kelas. Tetapi mereka tahu betul aiyah itu orang seperti apa, walaupun bukan sampai ke dalam2nya. Aisyah adalah anak yang cukup dikenal di SDnya dulu. Aisyah adalah sosok yang periang, percaya diri, dan cukup sopan. Tetapi, saat dia kelas 5SD dia mengecewakan Tim Qasidahnya. Walaupun begitu, bagaimana pun juga.. itu adalah pertama kalinya Aisyah bernyanyi untuk lomba sekecamatan.. para guru juga memakluminya. Karena mereka adalah Tim Qasidah yang pertama. Dan mereka tahu, ini pelajaran bagi Aisyah dan kawan2nya untuk berlatih sungguh-sungguh dan mencoba lagi suatu saat nanti. Walaupun begitu, teman-teman Aisyah tidak marah pada Aisyah. Ok, kembali ke topik pembicaraan. Sedangkan Diandra, adalah anak dari SD Islam Al-Azhar Cibubur. Dia mempunya banyak teman seangkatannya yang bersekolah di Labschool. Salah satunya adalah Rinda dan Sania. Keduanya juga mengenali Aisyah dengan baik. Rinda dan sania adalah sahabat Diandra sejak di Taman Kanak-Kanak. Oh iya, di Taman Kanak-Kanak itu juga ada seorang anak laki-laki yang pendiam dan hampir sangat pendiam. Anak itu bernama Dhandi. Anak itu tumbuh besar dan sekarang dia tidak lagi menjadi anak yang pendiam. Dia sekarang menjadi Ketua MPK sekolah kami. Dia cukup hebat, asik, lucu, dan populer. Rinda dan sania dimata Aisyah sangatlah baik.
Diandra, Rinda, dan Dhandi adalah teman sekelas Aisyah. Sania adalah anak sebelah kelas mereka. Aisyah belajar di kelas 7C bersama Diandra ada kawan-kawan. Di kelas itu juga ada anak yang bernama Shafira dia adalah anak yang cantik, pintar, asik, dan sangat di kenal. Hari-hari di kelas itu sangatlah menyenangkan. Banyak kejadian-kejadian menarik di tempat itu. hm.. Oh iya, sekolah mereka adalah sekolah baru. Jadi, mereka adalah Siswa dan Siswi angkatan pertama di sana. Wali kelas Aisyah adalah Mrs.Reni dia adalah guru bahasa inggris. Mrs. Reni adalah guru yang tegas, asik, dan dicintai oleh murid-muridnya. Di kelas sebelah ada Sania, Sania belajar di kelas 7D. Wali kelas Sania adalah Pak Rahman. Pak Rahman adalah seorang guru kimia yang sangat baik. Diandra,Rinda,Shafira merupakan teman terdekat Aisyah di sekolahnya. *okkk... sampe sini dulu yak.. hihahaha~*
Senin, 26 Desember 2011
Kamis, 08 Desember 2011
just posted a photo :D
This is my baby brother, now he's 1 years old. Look how cute he is when he was 8 months. ummm.. so cute :3. his name is Andi Emir Afif Wahab Bangkona :D.
Minggu, 13 November 2011
cerita rakyat gabungan yang dimoderenkan
awalnya si dhandi bawa laptop ke sekolah terus laptopnya nganggur di mejanya si diandra. gue yang ngeliat langsung terpesona 'akhirnyaaa.. ada maenan baruu asekk' sangking bosennya tuh di kelas. akhirnya gue ngetik di laptopnya dhandi kayak gini "suatu hari, hidup lah seorang putri bernama aisyah dia sangat cantik, manis dan berwibawa." dhandi ngeliat "woi, ngapain lo awas-awas ntar rusak lagi.. -_-" dia ngeliat hasil ketikan gue terus dia lanjutin "lalu semua itu hacurr!! ia dikutuk menjadi batu tawas oleh laverna" apa coba? huahahaaa.... ampe2 jadi siklus gituu jadi, udah dikutuk, berubah, terus kekutuk lagi, mati.. eh, idup lagi.. tapi pas idup bukan jadi manusia. Terus nendang mobil ehh.. jadi gunung mobil. Anaknya durhaka, dikutuk jadi elang.. terus elangnya eksis gitu.. masuk sinetron indosiar-_-. bodohh gitu~ -_- ahh.. ampe itu cerita banyak chapter nya :|.
oke, maaf kalo post ini tidak begitu penting. makasihhh ;DD
oke, maaf kalo post ini tidak begitu penting. makasihhh ;DD
Sabtu, 12 November 2011
kejadian aneh
hai blogg~ lama tak jumapa~ gue lagi iseng nih.. nggak ada kerjaan -_-.
oke, gue mau cerita tentang kejadian aneh yang gue rasakan. gue pada saat itu lagi mau pulang sekolah karena sekolah gue deket dari rumah jadi lewat gang dan lewatin rumahnya orang yang ada disekitar situ . Sebenenya sih yee.. gue udah sering liat tuh, kakek - kakek kerjaannye tuh... diaem aja.. gak pernah ngomong terus benggong. Nah, suatu hari gue lagi pulang nih.. pulang sekolah lewat belakang tiba2 gue ketemu dia .. dianya ngeliatin gue. Karna ngerasa udah sering ketemu jadi biasa aja. Tapi anehnya gue ada perasaan gak enak. terus dia nempel ditembok bilang gini 'enenggg...' sambil ngeliatin gigi ompongnya, gue langsung kaget gue senyumin dikit terus gue ngibrit larii!! selama 3hari gue gak mau lewat situ karena takut-_- plisss dongg mangg~ saya hanya anak tak berdosa tak tahu apa-apaaaa! gue langsung cerita ama anak-anak di sekolah gue besoknya dan berita itu menyebar begitu sajaa~ -__- . The End
oke, gue mau cerita tentang kejadian aneh yang gue rasakan. gue pada saat itu lagi mau pulang sekolah karena sekolah gue deket dari rumah jadi lewat gang dan lewatin rumahnya orang yang ada disekitar situ . Sebenenya sih yee.. gue udah sering liat tuh, kakek - kakek kerjaannye tuh... diaem aja.. gak pernah ngomong terus benggong. Nah, suatu hari gue lagi pulang nih.. pulang sekolah lewat belakang tiba2 gue ketemu dia .. dianya ngeliatin gue. Karna ngerasa udah sering ketemu jadi biasa aja. Tapi anehnya gue ada perasaan gak enak. terus dia nempel ditembok bilang gini 'enenggg...' sambil ngeliatin gigi ompongnya, gue langsung kaget gue senyumin dikit terus gue ngibrit larii!! selama 3hari gue gak mau lewat situ karena takut-_- plisss dongg mangg~ saya hanya anak tak berdosa tak tahu apa-apaaaa! gue langsung cerita ama anak-anak di sekolah gue besoknya dan berita itu menyebar begitu sajaa~ -__- . The End
terbuang begitu saja
Pada hari senin tanggal 6 bulan november tahun 2011, bapak kepala sekolah mengumumkan bahwa ada perlombaan untuk "Hari Pahlawan" nanti pada tanggal 10 november diantaranya ada lomba membikin poster, komik, pantun, puisi, dan ide kreatif. Aku memilih untuk membikin poster.Hasilnya paling terakhir dikumpulkan pada hari jumat, membikin posternya dari sekarang juga tidak apa-apa. Aku berencana untuk belajar membikin poster bersama pak Arie tetapi, pak Arie sangat sibuk. Akhirnya aku memilih membikin poster itu sendiri dan ternyata tidak jadi-jadi sampai hari kamis datang.Pada hari kamis juga aku tidak kunjung membikin poster itu sampai akhirnya hari jumat. Aku melihat sorang temanku namanya Diandra dia sangat jago menggambar apalagi komik, komik yang dibikinnya untuk lomba "Hari Pahlawan" sangatlah bagus. Akhirnya aku memutuskan untuk membikin komik. Saat komik itu sudah setengah jadi.. "esah.. kalo bikin komik kotaknya jangan kaku begitu nanti yang baca jadi bosen" kata diandra menasihati. Akupun segera mengulang gambarnya tetapi kali ini lain. Aku menggambarnya menggunakan kertas HVS karena kertas gambar A3 ku sudah tidak ada.
Karena hari ini aku ada ekskul "Bulutangkis" dan pulang jam 1 siang. Aku memutuskan untuk melanjutkannya (komik) yang tadi aku buat di sekolah sampai jam 2 lalu aku ekskul. Jika gambarnya belum selesai aku bermaksud untuk meninggalkannya di sekolah dan melanjutkannya saat pulang ekskul nanti.Aku ekskul di "Gor Garuda" dekat sekolah karena lapangan tertutup sekolahku belum jadi. Maklum sekolah baru :). Aku kesana naik angkutan umum bersama teman2ku dan juga guru yang selalu mendapingi kita sekaligus yang bertanggung jawab atas ekskul "Bulutangkis" yaitu pak Rachman. Aku adalah satu-satunya anak perempuan yang ikut ekskul itu.
Dua jam berlalu tak sadar aku telah membikin setengah dari komik itu dan sebentar lagi selesai. karena terburu2 aku langsung pergi ke toilet sekolah lalu ganti baju dari seragam sekolah menjadi baju olahraga. Setelah itu aku pergi ke kelasku dan menaruh komik yang telah aku gambar diatas meja yang kududuki tadi. Karena percaya kepada prhamu bhakti (yang biasa akrab disebut dengan "office boy")yang tidak akan membuang kertas yang ada di atas meja tersebut, karena setiap barang apapun yang ditemukannya pasti akan dia taruh diatas meja guru (kecuali sampah). Akupun pergi ke "Gor Garuda" bersama teman-temanku. Waktupun serasa begitu cepat dan tak sadar waktunya pulang kembali ke sekolah untuk melanjutkan komik. Karena mobil sekolah tidak dipakai akhrinya kami dijemput memakai mobil itu. Sesampainya di sekolah, aku langsung lari ke kelasku dengan semangat untuk melanjutkan komik tadi. Aku langsung shock karena saat aku lihat meja yang kududuki tadi.. komiknya sudah tidak ada.. rasanya mau menangis. Aku langsung pergi ke meja guru dan mencari-cari komikku laci2nya pun aku periksa dengan teliti. Dan ternyata tidak ada. Aku langsung pergi ke kelas sebelah menemui prhamu bhakti yang sedang membersihkan kelas itu. "bang, liat kertas yang ada di atas meja itu nggak" tanyaku dengan nada panik "wah, nggak tahu tuh.. dek! bentar yaa saya tanya temen saya.. soalnya yang bersihin tadi bukan saya.." jawabnya. Temannya datang dan berkata "yahh, nggak tahu tuh.. dek! nggak ada deh.. kayaknya.." katanya santai " yahh, itu penting bangett.. soalnya buat lomba" kataku dengan nada yang semakin panik. Tiba-tiba orang itu langsung mengorek-ngorek tong sampah dan berkata "ini bukan?" aku yang melihatnya langsung sedih rasanya sakit sekali saat melihat hasil karya yang sengaja dibuat dengan semangat membara itu.. "hahahaaa.. maaf ya dek! saya nggak sengaja hahaa.." katanya santai "suruh dia buat yang persis aja dek!" kata prhamu bhakti yang satu lai membela "aku langsung menundukkan kepala dan langsung meninggalkan kelas "hahahaha... dek saya nggak bisa buat yang kayak gini dek!" katanya sambil tertawa seakan-akan hal itu lucu aku hanya menganggukan kepala lalu pulang. aku langsung pulang dengan muka sedih dan satpam yang melihatku langsung binggung dan berkata "aisyah.. kenapa kok sedih? ada apa?" dia binggung karena biasanya setiap pulang sekolah aku akan senyum2 dan lompat2 seakan-akan hari itu hari yang sangat menyenangkan bagiku. Aku yang hampir mau menangis itu langsung menjawab dengan nada pelan "eng..enggak kok" aku langsung pergi menangis.. dan mengurung diri di kamar.
Tetapi aku jadi sadar mungkin itu salahku juga karena dengan sengaja menaruhnya disitu tanpa memberitahu sang prhamu bhakti :')
Karena hari ini aku ada ekskul "Bulutangkis" dan pulang jam 1 siang. Aku memutuskan untuk melanjutkannya (komik) yang tadi aku buat di sekolah sampai jam 2 lalu aku ekskul. Jika gambarnya belum selesai aku bermaksud untuk meninggalkannya di sekolah dan melanjutkannya saat pulang ekskul nanti.Aku ekskul di "Gor Garuda" dekat sekolah karena lapangan tertutup sekolahku belum jadi. Maklum sekolah baru :). Aku kesana naik angkutan umum bersama teman2ku dan juga guru yang selalu mendapingi kita sekaligus yang bertanggung jawab atas ekskul "Bulutangkis" yaitu pak Rachman. Aku adalah satu-satunya anak perempuan yang ikut ekskul itu.
Dua jam berlalu tak sadar aku telah membikin setengah dari komik itu dan sebentar lagi selesai. karena terburu2 aku langsung pergi ke toilet sekolah lalu ganti baju dari seragam sekolah menjadi baju olahraga. Setelah itu aku pergi ke kelasku dan menaruh komik yang telah aku gambar diatas meja yang kududuki tadi. Karena percaya kepada prhamu bhakti (yang biasa akrab disebut dengan "office boy")yang tidak akan membuang kertas yang ada di atas meja tersebut, karena setiap barang apapun yang ditemukannya pasti akan dia taruh diatas meja guru (kecuali sampah). Akupun pergi ke "Gor Garuda" bersama teman-temanku. Waktupun serasa begitu cepat dan tak sadar waktunya pulang kembali ke sekolah untuk melanjutkan komik. Karena mobil sekolah tidak dipakai akhrinya kami dijemput memakai mobil itu. Sesampainya di sekolah, aku langsung lari ke kelasku dengan semangat untuk melanjutkan komik tadi. Aku langsung shock karena saat aku lihat meja yang kududuki tadi.. komiknya sudah tidak ada.. rasanya mau menangis. Aku langsung pergi ke meja guru dan mencari-cari komikku laci2nya pun aku periksa dengan teliti. Dan ternyata tidak ada. Aku langsung pergi ke kelas sebelah menemui prhamu bhakti yang sedang membersihkan kelas itu. "bang, liat kertas yang ada di atas meja itu nggak" tanyaku dengan nada panik "wah, nggak tahu tuh.. dek! bentar yaa saya tanya temen saya.. soalnya yang bersihin tadi bukan saya.." jawabnya. Temannya datang dan berkata "yahh, nggak tahu tuh.. dek! nggak ada deh.. kayaknya.." katanya santai " yahh, itu penting bangett.. soalnya buat lomba" kataku dengan nada yang semakin panik. Tiba-tiba orang itu langsung mengorek-ngorek tong sampah dan berkata "ini bukan?" aku yang melihatnya langsung sedih rasanya sakit sekali saat melihat hasil karya yang sengaja dibuat dengan semangat membara itu.. "hahahaaa.. maaf ya dek! saya nggak sengaja hahaa.." katanya santai "suruh dia buat yang persis aja dek!" kata prhamu bhakti yang satu lai membela "aku langsung menundukkan kepala dan langsung meninggalkan kelas "hahahaha... dek saya nggak bisa buat yang kayak gini dek!" katanya sambil tertawa seakan-akan hal itu lucu aku hanya menganggukan kepala lalu pulang. aku langsung pulang dengan muka sedih dan satpam yang melihatku langsung binggung dan berkata "aisyah.. kenapa kok sedih? ada apa?" dia binggung karena biasanya setiap pulang sekolah aku akan senyum2 dan lompat2 seakan-akan hari itu hari yang sangat menyenangkan bagiku. Aku yang hampir mau menangis itu langsung menjawab dengan nada pelan "eng..enggak kok" aku langsung pergi menangis.. dan mengurung diri di kamar.
Tetapi aku jadi sadar mungkin itu salahku juga karena dengan sengaja menaruhnya disitu tanpa memberitahu sang prhamu bhakti :')
Langganan:
Postingan (Atom)

